Wudhu (الوضوء)

Wudhu adalah salah satu cara mensucikan anggota tubuh dengan air. Seorang muslim dwajibkan bersuci setiap akan melaksanakan salatWudhu wajib dilakukan ketika hendak melakukan ibadah salat dan thawaf.

A. Air yang boleh digunakan

  • Air hujan
  • Air sumur
  • Air terjun, laut atau sungai
  • Air dari lelehan salju atau es batu
  • Air dari tangki besar atau kolam
B. Air yang tidak boleh digunakan

  • Air yang tidak bersih atau ada najis
  • Air sari buah atau pohon
  • Air yang telah berubah warna, rasa dan bau dan menjadi pekat karena sesuatu telah direndam didalamnya
  • Air dengan jumlah sedikit (kurang dari 1000 liter), terkena sesuatu yang tidak bersih seperti urindarah atau minuman anggur atau ada seekor binatang mati didalamnya
  • Air bekas Wudu (Air bekas wudu apabila sedikit, maka tidak boleh digunakan, dan termasuk sebagai air musta’mal)
  • Air yang tersisa setelah binatang haram meminumnya seperti anjingbabi atau binatang mangsa
  • Air yang tersisa oleh seseorang yang telah mabuk karena anggur
C. Pendapat Ulama Tentang Air Musta’mal
  • Hanafiyah : air musta’mal ini hukumnya suci tapi tidak bisa mensucikan. Artinya air itu suci tidak najis, tapi tidak bisa digunakan lagi untuk wudu atau mandi.
  • Malikiyah : air musta’mal dalam pendapatnya itu suci dan mensucikan. Artinya, bisa dan sah digunakan  lagi untuk berwudhu atau mandi sunnah selama ada air yang lainnya meski dengan karahah (kurang disukai).
  • Syafi’iah : Air musta’mal dalam pendapatnya ini hukumnya tidak bisa digunakan untuk berwudu atau untuk mandi atau untuk mencuci najis. Karena statusnya suci tapi tidak mensucikan.
  • Hanabilah : bila air itu digunakan untuk mencuci atau membasuh sesautu yang di luar kerangka ibadah, maka tidak dikatakan air musta’mal. Seperti mencuci muka yang bukan dalam rangkaian ibadah wudhu. Atau mencuci tangan yang juga tidak ada kaitan dengan ibadah wudhu.
D. Syarat
Ada 5 syarat untuk berwudu :
  1. Islam
  2. Sudah Baligh
  3. Tidak berhadas besar
  4. Memakai air yang mutlak (suci dan dapat dipakai mensucikan)
  5. Tidak ada yang menghalangi sampainya kekulit
E. Rukun

Rukun berwudu ada 6 :

  • Berniat untuk wudu, dan melafadzkan
“Nawaitul wudluua liraf’il hadatsil ashghari fardlallillaahi ta’aalaa.”, artinya : “Aku niat berwudlu’ untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah”

  • Membasuh muka (dengan merata)
  • Membasuh tangan hingga sampai dengan kedua siku (dengan merata)
  • Mengusap sebagian kepala
  • Membasuh kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (dengan merata)
  • Tertib (berurutan)
F. Sunnah Wudhu
 
  • Mendahulukan bagian tubuh yang sebelah kanan
  • Mengulagi masing-masing anggota wudu sebanyak 3 (tiga) kali
  • Tidak berbicara
  • Menghadap kiblat
  • Membaca basmalah (dalam hati atau melafadzkannya)
  • Niat
  • Membasuh telapak tangan sampai pergelangan
  • Menggosok gigi (bersiwak)
  • Berkumur
  • Membersihkan hidung (memasukkan air kehidung kemudian dibuang kembali)
  • Membasuh muka (dengan merata)
  • Membasuh tangan hingga sampai dengan kedua siku (dengan merata)
  • Mengusap sebagian kepala
  • Membasuh telinga kanan&kiri
  • Mengusap kedua telinga bagian luar dan dalam
  • Membasuh kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (dengan merata)
  • Membaca doa sesudah berwudu.
  • “Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj’alnii minat tawwaa biinaa waj’alnii minal mutathahhiriin.”, artinya: “Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan masukkanlah ke dalam golongan orang-orang yang suci.”
  • Tertib (berurutan)

G. Batal

Ada beberapa perkara atau hal yang dapat membatalkan sah nya wudu, diantaranya adalah:

  1. Keluar sesuatu dari dua pintu (kubul dan dubur) atau salah satu dari keduanya baik berupa kotoran, air kencing , angin, air mani atau yang lainnya.
  2. Hilangnya akal, baik gila, pingsan ataupun mabuk.
  3. Bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan yang bukan mahram.
  4. Menyentuh kemaluan atau pintu dubur dengan bathin telapak tangan, baik milik sendiri maupun milik orang lain. Baik dewasa maupun anak-anak.
  5. Tidur, kecuali apabila tidurnya dengan duduk dan masih dalam keadaan semula (tidak berubah kedudukannya).

H. Doa saat akan berkumur

doa saat berkumur

Artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah yang menjadikan air itu suci.

Doa ketika mencuci muka setelah niat :

Artinya: Ya Allah! beri cahaya di wajahku pada hari bercahaya.

Doa saat mencuci tangan kanan :

Artinya: Ya Allah! berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.

Doa saat mencuci tangan kiri :

Artinya: Ya Allah! aku berlindung denganMu dari menerima kitab amalanku dari sebelah kiri atau dari sebelah belakang.

Doa saat membasahi kepala :

Artinya: Ya Allah! Halangilah rambutku dan kulitku dari api neraka.

Doa saat mencuci kaki kanan :

Artinya: Ya Allah! Tetapkanlah kedua kakiku di atas titian yang lurus.

Doa saat mencuci kaki kiri :

Artinya: Ya Allah! Janganlah Kau jatuhkan kaki kami di atas titian yang lurus

Doa setelah berwudhu :

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang soleh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s